Penyakit HIV secara modern belum di temukan obatnya, karena itu banyak pasien mencari jalan pengobatan alternatif.
Namun sebaiknya ODHA harus pandai memilih dan memilah metode pengobatan alternatif yang sesuai dengan syariat pengobatan HIV
yakni memperbaiki sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengeluarkan virus dari tubuh, dan mengobati infeksi oportunistis.


Ramuan kami di buat dari bahan herbal pilihan ( lokal / impor ) Insha Allah mampu mencegahan dan mengobati penyakit HIV

Berbekal pengalaman kami, siap berikan GARANSI PENGOBATAN

Konsultasi :
0858 6941 2009
0823 3222 2009 - no sms

HIV AIDS di Bali Mengerikan

Merdeka.com - Hingga pertengahan tahun 2014 ini dari catatan sementara Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Bali, terdata 26.000 orang telah positif terinfeksi virus HIV/AIDS. Jumlah ini cukup mengerikan dilihat dari kepadatan penduduk di Bali.

Terkait hal ini, ketua harian KPA sekaligus Wakil Gubernur Provinsi Bali Ketut Sudikerta, meminta data yang akurat jumlah penderita HIV/AIDS di Bali. Sajian data ini dinilai terlalu besar dan kemungkinan belum mencerminkan fakta yang sesungguhnya. Untuk itu, Wagub Sudikerta meminta dilakukan verifikasi data agar dapat diambil langkah strategis dalam penanganan kasus HIV/AIDS. Penegasan tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi pembahasan perkiraan jumlah ODHA Provinsi Bali di Ruang Wiswa Sabha Pratama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (26/9).

Sudikerta juga menyampaikan keprihatinannya atas tingginya estimasi jumlah ODHA yang dirilis oleh pusat. Untuk itu, dia minta jajarannya untuk melakukan evaluasi agar bisa mendapatkan data yang lebih akurat terkait keberadaan penderita HIV/AIDS di Bali. Validasi data, tambah dia, sangat penting karena terkait erat dengan upaya penanganan kasus ini.

Masih terkait dengan akurasi data, Sudikerta menginstruksikan KPA Kabupaten/Kota melakukan langkah-langkah strategis dalam menyikapi persoalan ini. Langkah yang dapat diambil diantaranya melakukan survey yang benar dan akurat terkait keberadaan ODHA. Selanjutnya, data tersebut agar dikoordinasikan dengan KPA Provinsi.

Selain persoalan akurasi data, Sudikerta juga menyinggung berbagai upaya strategis penanganan kasus HIV/AIDS yang belakangan memang makin mengkhawatirkan. "Saya minta kabupaten/kota melakukan langkah strategis dan mensinergikan program dengan provinsi. Benahi regulasi dan buat program penanggulan yang lebih jelas dan pasti," pintanya.

Sementara itu, Koordinator Pokja Perencanaan dan Monev KPA Provinsi Bali Prof. Wirawan dalam pemaparannya juga menyampaikan keraguannya atas estimasi data penderita HIV/AIDS yang dirilis oleh pusat. Kemungkinan, kata dia, terjadi kesalahan saat melakukan penentuan estimasi.

Dari data yang dilaporkan, jika dilihat dari data kumulatif dari tahun 1987-2014, jumlah ODHA di Bali mencapai 9.477, terdiri dari 4.455 penderita AIDS dan 5.022 penderita HIV positif. Jika ditarik dari data tersebut, estimasi tahun 2014 perkirakan masih 6.000 ODHA. "Ini masih perlu kajian ulang atas data estimasi tersebut," Kata Prof Wirawan