Penyakit HIV secara modern belum di temukan obatnya, karena itu banyak pasien mencari jalan pengobatan alternatif.
Namun sebaiknya ODHA harus pandai memilih dan memilah metode pengobatan alternatif yang sesuai dengan syariat pengobatan HIV
yakni memperbaiki sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengeluarkan virus dari tubuh, dan mengobati infeksi oportunistis.


Ramuan kami di buat dari bahan herbal pilihan ( lokal / impor ) Insha Allah mampu mencegahan dan mengobati penyakit HIV

Berbekal pengalaman kami, siap berikan GARANSI PENGOBATAN

Konsultasi : 082332222009

Tabib Masrukhi,MPA

ODHA, Jangan Tertipu dengan Test CD4

CD4 - Para Odha (Orang dengan HIV/AIDS) dan praktisi medis sering memakai hasil test CD4 untuk mengukur tingkat kesehatan penderita HIV/AIDS. Standar batas normal CD4 yang diakui adalah 400-1400. Jika di bawah 400, seorang Odha dinyatakan tidak sehat karena virus HIV mulai aktif menyerang. Terlebih lagi jika ada yang kadar CD4-nya di bawah 40, secara teori sudah sangat sakit dan dalam keadaan “bed rest”.

Nah, diartikel ini saya akan menjelaskan bahwa pengukuran/test CD4 sebenarnya merupakan “timbangan rusak”, dalam artian, test ini tidak bisa mengukur tingkat kesehatan seseorang dengan benar, terlebih lagi untuk mengukur kesehatan seorang Odha akibat serangan HIV. Keberadaan sel T CD4 sebenarnya secara alami bukanlah karena adanya serangan virus, tapi karena adanya tingkat “kolesterol jahat” yang perlu dinetralisir oleh tubuh kita.

Jadi orang yang sehat CD4nya malah bisa rendah, sedangkan orang yang sakit CD4-nya bisa tinggi.
CD4 Naik Karena Si Kolesterol Jahat Melebihi Ambang Batas Normal
CD4 sebenarnya penanda bagi adanya kolesterol dan plak arteri, bukan penanda system imun. CD4 dan CD8 akan naik ketika kadar kolesterol naik. Pemberian nicotinamide (vitamin B3) bisa menurunkan CD4 karena nicotinamide bisa menetralkan kolesterol. Sel CD4 biasanya berkumpul di area yang ada plak arteri dan memberikan signal ke sel darah putih untuk datang dan melahap kolesterol.

Jadi boleh dibilang, kadar kolsterol dalam darah Anda akan mempengaruhi jumlah sel T Anda. Sel T CD4 terlibat dalam hal perbaikan arteri. Contoh peneitian – penelitian yang menjelaskan hal ini bisa Anda lihat di link:

Disamping itu, peningkatan jumlah CD4 dalam terapi HAART sebenarnya bisa meningkatkan resiko sakit jantung. Aterosklerosis (penebalan dinding arteri) sering didapati pada Odha yang memakai ARV dan CD4 mereka juga tinggi. Laporan ini bisa Anda lihat di link:

Para peneliti telah menemukan pola makan dengan lemak yang banyak akan menaikkan CD4 sedangkan pemberian vitamin yang menurunkan kadar kolesterol akan menurunkan CD4. Anda bisa melihat hubungan antara pemberian vitamin/perbaikan nutrisi bisa menurunkan CD4 di link:

Dalam suatu penelitian juga dijelaskan bahwa makanan yang banyak mengandung Omega 6 akan meningkatkan CD4. Penelitian ini bisa Anda lihat di link

Antara Hasil Test CD4 dan Realita Fisik yang Bikin Bingung
Saya sering mendengar dari para Odha yang menghubungi saya bahwa ketika mereka memperbaiki pola makan dengan nutrisi yang benar, kadar CD4 mereka malah turun. Begitu juga dengan mereka yang menggantikan terapi ARV dengan herbal tertentu.

Ada juga pasien positif HIV yang kadar CD4-nya hanya 8 tapi dia tidak terlihat seperti layaknya orang yang sakit keras. Ia masih bekerja seperti biasanya. Padahal secara teori, dengan kadar CD4 “super rendah” seperti itu, ia seharusnya sudah terbaring sekarat di tempat tidur.

Para mantan pecandu narkoba juga mengalami penurunan CD4 ketika berhenti memakai narkoba. Jadi penggunaan obat-obatan juga bisa meningkatkan CD4. Itulah sebabnya kenapa pecandu narkoba berat, bisa saja memiliki kadar CD4 yang tinggi seperti misalnya 700-900.

Selain itu, Anda bisa juga menemukan seorang olahragawan professional yang sehat, yang bukan pecandu narkoba, tidak merokok dan tidak suka minum alkohol, kadar CD4-nya rendah. Nah, disaat sang olahragawan ini diberikan ARV, makin naiklah kadar kolesterolnya, begitu juga CD4. Namun, seiring naiknya CD4 sang olahragawan, kondisi kesehatannya makin memburuk.
Kesimpulan
Jangan pernah lagi memakai test CD4 untuk mengukur kesehatan Odha! Dari penjelasan di atas cukup menjelaskan bahwa test CD4 untuk para Odha adalah suatu timbangan rusak yang menyesatkan. Orang sakit akan dinyatakan sehat, sedangkan orang sehat akan dinyatakan sakit oleh test CD4 ini.

Obat-obatan, suplemen, herbal maupun makanan sehari-hari bisa mempengaruhi tingkat CD4 seseorang, jadi bukan karena virus HIV seperti yang dipercaya oleh kebanyakan orang.
Jika Anda masih belum percaya dengan pernyataan-pernyataan di atas, kenapa tidak mencoba mengadakan test CD4 ke sekelompok orang sehat seperti misalnya para dokter, para pemuka agama, dan para olahragawan?

Kenapa tidak menguji kebenaran tentang test CD4 ini ke 10 dokter yang secara fisik terlihat sehat, dengan berat badan ideal, tidak merokok, tidak minum alkohol dan juga sehat secara emosional? Kita lihat apakah CD4 mereka tinggi atau rendah?

Nah, semoga dengan penjelasan singkat artikel ini, akan memberikan pencerahan bagi semua orang sehingga para Odha bisa selamat dari jebakan “mafia kesehatan” yang memaksa mereka untuk mengonsumsi ARV supaya CD4 naik, padahal dengan makin naiknya CD4, para Odha akan jadi makin bertambah sakit.