Penyakit HIV secara modern belum di temukan obatnya, karena itu banyak pasien mencari jalan pengobatan alternatif.
Namun sebaiknya ODHA harus pandai memilih dan memilah metode pengobatan alternatif yang sesuai dengan syariat pengobatan HIV
yakni memperbaiki sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengeluarkan virus dari tubuh, dan mengobati infeksi oportunistis.


Ramuan kami di buat dari bahan herbal pilihan ( lokal / impor ) Insha Allah mampu mencegahan dan mengobati penyakit HIV

Berbekal pengalaman kami, siap berikan GARANSI PENGOBATAN

Konsultasi :
0858 6941 2009
0823 3222 2009 - no sms

Mengerikan 75 persen PSK di Pulau Bali Terjangkit HIV


75 persen PSK di Bali terjangkit HIV. (Ilustrasi/Istimewa)







DENPASAR - Sekitar 75 persen Pekerja Seks Komersial (PSK) di Provinsi Bali terjangkit HIV/AIDS. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jumlah PSK di Bali sekitar 6.000 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menjelaskan, saat ini berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk memerangi HIV/AIDS.

"Sebagian besar para PSK itu di daerah Sanur dan Kuta. Berdasarkan hasil zero survei dan beberapa data dari LSM yang konsen di bidang pendampingan kesehatan para PSK, sekitar 75 persen PSK di Bali terjangkit HIV," jelasnya di Denpasar, Bali, Selasa (3/2/2015).

Menurutnya, sebagian besar PSK di berbagai kafe juga mengidap HIV/AIDS. Jumlahnya sekitar 20 persen. Rata-rata PSK yang mengidap penyakit yang mematikan ini berumur produktif, sekitar 19 tahun hingga 39 tahun.

Untuk menekan angka atau mengurangi penyakit HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali melakukan sejumlah langkah, antara lain dengan cara deteksi dini.

Setiap ibu hamil diminta melakukan pemeriksaan ke layanan Voluntary Counseling Testing (VCT). Selain itu, para PSK setiap bulan harus melakukan cek kesehatan.

Sementara, masyarakat atau PSK yang sudah terjangkit HIV/AIDS diterapi dengan meminum obat antiretroviral (ARV).

"Sekarang ini kami memberikan sosialisasi terhadap ibu hamil untuk tes VCT. Bila diketahui memang terinfeksi HIV/AIDS mereka akan langsung kami terapi," jelasnya.

Lanjutnya, setiap PSK juga dibekali dengan pengetahuan bahaya berhubungan intim, dengan pelanggan bila tidak menggunakan pengaman. Selain itu, pihaknya juga menyosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya seks bebas.

Dia menambahkan, tiga tahun lalu pertumbuhan penyakit HIV/AIDS di Bali sekitar 20-30 persen, sementara saat ini hanya 16 persen.

"Upaya untuk menekan angka penderita HIV/AIDS ini selalu kita lakukan. Estimasi penderita HIV/AIDS di Bali sekitar 26 ribu jiwa, tapi itu terlalu tinggi," pungkasnya.
sumber : http://daerah.sindonews.com/read/959558/27/75-persen-psk-di-bali-terjangkit-hiv-1422959428