Penyakit HIV secara modern belum di temukan obatnya, karena itu banyak pasien mencari jalan pengobatan alternatif.
Namun sebaiknya ODHA harus pandai memilih dan memilah metode pengobatan alternatif yang sesuai dengan syariat pengobatan HIV
yakni memperbaiki sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengeluarkan virus dari tubuh, dan mengobati infeksi oportunistis.


Ramuan kami di buat dari bahan herbal pilihan ( lokal / impor ) Insha Allah mampu mencegahan dan mengobati penyakit HIV

Berbekal pengalaman kami, siap berikan GARANSI PENGOBATAN

Konsultasi :
0858 6941 2009
0823 3222 2009 - no sms

9 Jenis VIRUS HERPES



Sembilan Jenis Virus Herpes Ditemukan pada Manusia
Virus herpes siapapun bisa tertular, terutama penderita HIV.
Beberapa virus herpes dikategorikan sebagai penyakit menular seksual dan penyebarannya pun melalui hubungan seksual.

Dari sekian banyak virus herpes, ada sekitar sembilan jenis virus yang ditemukan berada dalam tubuh manusia, jenis virus herpes tersebut diantaranya adalah:

1.Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1)
Gambar Sembilan Jenis Virus Herpes Ditemukan pada ManusiaDemam, benjolan berisi cairan yang kemudian melepuh yang sering terdapat di wajah, mulut dan bibir merupakan gejala yang paling umum dari penyakit sering terjadi pada pria homoseksual dan para penderita AIDS
Dari sekian banyak virus herpes, ada sekitar sembilan jenis virus yang ditemukan berada dalam tubuh manusia, jenis virus herpes tersebut diantaranya adalah:
HSV-1. Penyakit ini juga dikenal sebagai Human Herpes Virus-1 (HHV-1).
Sebagian besar infeksi yang diakibatkan virus ini terjadi selama dua tahun yang awalnya virus setelah masuk ke dalam tubuh, kemudian menetap/bersembunyi di penghalang kulit yang ada di sekitar mulut atau di organ tubuh lainnya.
Bagi sebagian orang HSV-1 sering dianggap sebagai virus penyebab sakit panas dingin (demam) dan HSV-2 yang sering dianggap sebagai virus penyebab herpes genital. Karena hal itu, seringkali orang salah membedakan kedua virus tersebut. Para peneliti mendokumentasikan dalam literatur medis, meskipun belum dipublikasikan secara luas, bahwa HSV-1 setelah masuk ke dalam tubuh menyebabkan sakit panas dingin. Setelah panas dingin hilang, virus dengan mudah berpindah melalui kontak fisik barik oral maupun genital, yang kemudian menginfeksi herpes genital pada orang lain.

Selain menyebabkan luka yang terasa dingin dan mungkin bisa juga menyebar ke daerah genital, HSV-1 juga bisa menjadi penyebab penyakit saraf yang serius seperti penyakit Alzheimer, kelainan saraf wajah dan kelainan saraf. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa co-infeksi oleh HSV-1 dan HIV (human immunodeficiency virus) dapat meningkatkan aktivitas dari kedua virus pada pasien yang memiliki AIDS. Saat ini HSV-1 telah menginfeksi setidaknya 50% dari seluruh penduduk dunia.

2. Virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2)
Herpes simplex virus atau disebut juga dengan Human Herpes Virus-2 (HHV-2). HSV-2 ini adalah penyebab penyakit herpes genital, yang diklasifikasikan sebagai penyakit menular seksual. HSV-2 menjadi sebuah epidemi pada tahun 1980-an dan 1990-an, sebagian besar karena peningkatan seks yang tidak aman diantara para remaja. Menurut klasifikasinya  HSV-2 dan HSV-1 seringkali tidak bisa dibedakan kecuali dari gejala klinisnya yang berbeda. Namun, perbedaan ini sering tidak konsisten, karena kedua jenis virus herpes simpleks ini dapat menyebabkan lesi di mulut dan alat kelamin.
3. Herpes zoster virus (HZV)
Herpes zoster virus atau disebut juga dengan Varicella zoster virus (VZV) dan Human Herpes Virus-3 (HHV-3) adalah penyakit cacar air yang disebabkan oleh infeksi pada pertama kali dari HZV. Ketika virus ini masuk kembali kepada tubuh yang pernah terkena virus HZV, maka hal itu menyebabkan penyakit herpes zoster. Karena semakin penduduk dunia semain meningkat, semakin banyak juga orang yang menderita serangan herpetik neuralgia (nyeri saraf) sebagai akibat dari penyakit herpes zoster. Virus herpes jenis ini merupakan virus yang paling menular dibanding dengan jenis virus herpes lainnya. Populasi yang terinfeksi virus ini lebih besar sekitar 90% dibanding jenis virus herpes yang lain. HZV juga menjadi penyebab penyakit autoimun yang disebut lupus. Selain itu, saat ini wabah HZV menjadi indikator awal bahwa seseorang terinfeksi HIV.
4. Epstein-Barr virus (EBV)
Epstein-Barr virus atau disebut juga dengan Human Herpes Virus-4 (HHV-4) adalah penyebab utama dari infeksi mononukleosis. EBV juga bisa menjadi penyebab utama dalam penyakit sindrom kelelahan kronis dan gangguan lain dari sistem kekebalan tubuh. Selain itu, EBV juga telah dikaitkan dengan penyakit lupus, limfoma, kanker dan lain sebagainya. Saat ini EBV dianggap cukup merusak dan dapat menyebabkan mutasi genetik dalam tubuh.
5. Cytomegalovirus (CMV)
Cytomegalovirus  atau disebut juga  dengan Human Herpes Virus-5 (HHV-5) adalah virus yang dapat menyebabkan mononucleosis dan hepatitis serta masuk dalam kategori penyakit menular seksual. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa CMV memiliki peran dalam hubungannya dengan jenis virus lain dan menyebabkan timbulnya gen kanker.
Selain kelima jenis HHV diatas, ada juga jenis lainnya seperti dibawah ini:
6. Human Herpes Virus-6

7. Human Herpes Virus-7

8. Human Herpes Virus-8

9. Human Herpes Virus-9

Semua HHVs di atas berhubungan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, terutama penyakit AIDS. HHV-8 yang disebut dengan sarkoma kaposi terkait virus herpes manusia (KSHV), yang menyebabkan penyakit kanker kulit dan paling sering terjadi pada penderita AIDS.

Penemuan terbaru menunjukkan bahwa ada lebih banyak lagi virus herpes yang akan ditemukan terutama pada penderita AIDS. Virus herpes ini kemungkian besar akan berkembang setiap tahunnya. HHV-6 dan HHV-7 ditemukan pada sekitar 90% dari populasi dunia, pada kedua virus tersebut termasuk baru ditemukan, namun sudah menyebar pada populasi dunia.