“Dan apabila aku sakit. Dialah (Allah) yang menyembuhkanku” (As Syu’araa: 80)
Slide 1 Code Start -->

ODHA dengan Infeksi Oportunis : Dermatitis Kronis dan SGB

Perbaikan yang begitu cepat hanya dalam waktu 1 bulan pengobatan. Alhamdulllah

Control Keberadaan Virus HIV

Sangat penting di lakukan Kontrol VL selama Pengobatan Kami

Rasulullah ﷺ
“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah”
Tampilkan postingan dengan label terapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terapi. Tampilkan semua postingan

PROGRAM PENGOBATAN PENYAKIT HIV - SEMBUH TUNTAS

Virus HIV menurut MEDIS belum ada obatnya. ARV hanya mencegah Reflika virus di dalam sistem PEMBULUH DARAH, tanpa mematikannya.  
Dan pengobatan di tempat lain pada umumnya hanya meningkatkan daya  tahan tubuh. 
Padahal keberadaan virus menurut pakar 2 % berada di sistem pembuluh darah, sedang 98% berada di sistem Limfatik,lumen usus,Limpa, otak dll tanpa di perhatikan keberadaannya.
Menurut pakar virus HIV, perkembangan virus hiv perhari ± 100.000 per tetes darah . Anda bisa bayangkan berapa milyar virus berkembang perhari  di tubuh anda, berapa trilyun virus berada di seluruh tubuh anda, jika tidak di obati segera. yang senantiasa merusak sistem pertahanan tubuh anda.
Virus HIV dapat di bunuh oleh imun setelah berada di sistem PEMBULUH DARAH. Sementara virus hiv yang berada di luar sistem pembuluh darah tidak bisa di bunuh ( bersembunyi di sistem limfatik ) 

Karena itu  di perlukan sistem pengobatan sesuai syariat dan hakekat pengobatan HIV AIDS.
  1. Memperbaiki membersihkan darah dan pencernaan agar makanan dan obat ramuan dapat di cerna dengan baik.
  2. Meningkatkan imunitas sehingga virus bisa di bunuh
  3. Memperbaiki dan menguatkan  sistem Limfatik dll  guna mengeluarkan virus dari sistem Limfatik. TANPA MENGELUARKAN VIRUS DARI SISTEM INI MUSTAHIL PENYAKIT HIV BISA DI SEMBUHKAN secara TUNTAS.
LAMA PENGOBATAN
Lama nya pengobatan tergantung berat ringannya penyakit. Semakin cepat kami obati semakin cepat pula sembuhnya
  • Terapi Pencegahan1 - 3 bulan
  • Terapi Pengobatan HIV 6 bulan , AIDS menyesuaikan lebih lama

TARGET PENGOBATAN
Target pengobatan kami adalah 
1) Pasien bisa sembuh Fungsional sd sembuh tuntas 
2) Pasien kembali sepenuhnya kepada Allah, Sabar dan benar dalam setiap cobaan.

Dan Ingat lah : Hakekat kesembuhan hanyalah atas ijin Allah. karena itu Berdoalah selalu

Pengobatan HIV AIDS di Bandung Jakarta Bali Semarang Surabaya Solo

Di Bandung Jakarta Bali Semarang Surabaya Solo dan kota kota besar di indonesia lainnya telah menjamur balai pengobatan alternatif untuk penyakit HIV AIDS dengan berbagai metode pengobatan.

Ini mungkin membuat ODHA binggung kemana harus berobat sedangkan ARV sudah tidak memungkinkan karena efek samping ARV.

APA YANG SEBAIKNYA DI LAKUKAN ODHA sebelum berobat.
  1. Sholat Istiharoh mintalah petunjuk ALLAH Swt.  
  2. Cek and Ricek metode pengobatannya. apakah metode nya masuk akal dan ada bukti testimoni nya. hati hati dengan IKLAN yang berlebihan semuanya harus realistis / ilmiah.
  3. Jika metodenya HANYA meningkatkan daya tahan tubuh sebaiknya lupakan saja. sebagian pasien kami pun kecewa berobat di tempat lain hanya sebatas meningkatkan daya tahan tubuh. Jika ingin meningkatkan daya tahan tabuh bisa gunakan meniran / sambiloto / temu lawak pun bisa dan sangat murah.
  4. Ukur kemampuan finansial anda karena biaya pengobatan HIV umumnya mahal. dan pengobatannya rata rata membutuhkan waktu yang tidak dapat di tentukan, tidak cukup satu dua bulan sembuh. tidak mungkin menghilangkan virus milyaran hanya dalam 1 bulan.
  5. Mintalah pertimbangan orang yang di anggap mengerti / pengalaman ( ada sebagian PASIEN KAMI minta pertimbangan sama Paranormal / kyai / kesepuhan / orang Pintar ) hehehe ono ono wae.
Semoga bermanfaat. 

Testimoni Pasien HIV AIDS

Pertama tama kami mengucapkan syukur kepada Allah Swt karena Alhamdulillah salah satu pasien kami ODHA sudah 1 bulan lebih berbaring tidak berdaya padahal selama ini dalam pengobatan ARV di RS Magelang selama kurang lebih 1 tahun.

Sebelum kami obati kondisi ODHA sangat memprihatinkan. beliau tidak bisa jalan, kulit mengelupas, sangat lemas dll.  Beliau sudah stadium AIDS dengan IO :

1. Sindroma Guillain-Barre (SGB
2. Dermatitis Cronis

Kemudian kami obati melalui metode kami beberapa obat ramuaan kami  dan dengan memohon PERTOLONGAN ALLAH ( pasien selalu berdoa sesuai amalan dari kami ) alhamdulillah dalam waktu 1 (SATU ) bulan pasien sudah sangat banyak kemajuan sembuh dari IO. 

ini gambarnya :



Kondisi tangan dan kaki ODHA SEBELUM kami obati 




 Kondisi ODHA SESUDAH 1 Bulan kami Obati. 




Untuk hasil pengobatan sampai kondisi ini PUN dalam satu bulan  tidk lah mudah, perlu pengalaman. BUKTI nya hampir satu tahun beliau ODHA di rawat di RS belum ada perubahan bahkan bertambah parah. ini semata mata atas ijin Allah.


Kini Beliau sudah PULIH, bisa berjalan dan bisa mengendarai , kini masih dalam pengobatan untuk Virus HIV nya ... semoga beliau atas IJIN ALLAH sembuh tuntas. Amiin


Disclaimers : Hasil yang di dapatkan masing-masing orang dan waktu yang di butuhkan setiap orang berbeda-beda

OBAT HERBAL HIV

Obat herbal HIV, banyak yang mengklaim prodak ini itu bisa menyembuhkan penyakit HIV tanpa menunjukan hasil pengobatan secara ilmiah. Padalah secara garis besar prodak ramuan tersebut hanya meningkatkan DAYA TAHAN TUBUH, sebatas multi vitamin dan meneral. 
Vitamin Mineral / obat Herbal Mengandung Vit dan Mineral

Di lihat dari sisi mana kah di katakan keberhasilan dalam pengobatan HIV ?
Seharusnya bukti ilmiah dari hasil laboratorium, baik sebelum pengobatan dan sesudah pengobatan menujukan hasil Viraload tidak terdeteksi DAN hasil Viraload TETAP tidak terdeteksi meskipun pasien sudah tidak dalam pengobatan secara berulang.

SYARIAT dan HAKEKAT
Karena itu sebagai bahan pertimbangan ODHA harus mengerti syariat dan hakekat pengobatan Penyakit HIV AIDS.
  1. Memperbaiki membersihkan darah dan pencernaan agar makanan dan obat ramuan dapat di cerna dengan baik.
  2. Meningkatkan imunitas sehingga virus bisa di bunuh
  3. Memperbaiki dan menguatkan  sistem Limfatik dll  guna mengeluarkan virus dari sistem Limfatik. TANPA MENGELUARKAN VIRUS DARI SISTEM INI MUSTAHIL PENYAKIT HIV BISA DI SEMBUHKAN secara TUNTAS.

Demikian semoga ODHA tidak terbius oleh janji janji yang belum pasti sebelum uang HABIS membeli sesuatu hal yang kurang pasti.
SARAN 
saran kami sebaiknya ODHA istikharoh terlebih dahulu sebelum berobat. mintalah petunjuk NYA kemana anda  sebaiknya harus berobat. 

Semoga kami lah salah satu tabib yang telah di berikan ILMU pengobatan HIV olah ALLAH SWT. dan semoga kelak ada pasien kami yang telah membuktikan pengobatan kami. sampai dengan saat ini kurang lebih 10 pasien yang SEDANG kami obati semuanya menunjukan hasil perubahan / kemajuan luar biasa seperti yang kami harapkan.
KAMI hanya menunggu waktu ijin dari pasien kami dan hasil Laboratorium  di bulan yang akan datang.

Salam

GBS , Virus HIV bisa sebabkan Penyakit GBS


guillain barre syndrome

GBS Baru - baru ini memang ramai dibicarakan tentang kasus kelumphan yang dialami oleh balita secara tiba – tiba. Usut punya usut, setelah diperiksa lebih lanjut ternyata salah satu penyebab kelumpuhan tersebut adalah Guillain Barre Syndrome (GBS). 

Selain bahaya, GBS juga membutuhkan dana yang besar untuk menyembuhkannya (tidak selalu). Mengingat bahayanya yang dapat menyebabkan kelumpuhan, maka pada kesempatan kali ini kami akan memberikan sedikit informasi mengenai penyebab, gejala, pengobatan dan pencegahan Guillain Barre Syndrome (GBS).

KAMI AHLI MENGOBATI GBS - JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI 0823 3222 2009 

Apa Itu Guillain Barre Syndrome (GBS)?

Guillain Barre Syndrome merupakan sebuah sindrom dimana imunitas tubuh justru menyerang saraf tepi (autoimun). 
Saraf tepi sendiri merupakan saraf yag mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi sensorik (mengantarkan infromasi dari organ tubuh ke otak untuk dianalisa oleh otak, misal rasa, suhu, tekanan, dan raba), fungsi motorik (mengantarkan perintah dari otak ke organ tubuh untuk merespon informasi yang datang, misal menendang), serta fungsi otonomik (mengantarkan perintah dari otak ke organ tubuh, namun tidak bisa di kontrol, misal gerak usus dan jantung). Karena saraf tepinya sudah rusak akibat serangan imun tubuh, tentu akan mengakibatkan gangguan pada fungsi sensorik, motorik, dan otonomik tubuh.

GBS dapat diderita oleh siapa saja disegala usia, namun lebih sering menyerang pria, anak – anak dan seseorang yang berusia 30-50 tahun. GBS bukanlah penyakit turunan yang dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya serta tidak dapat menular dari penderita ke orang lain. Penamaan GBS ini diambil dari nama penemunya, yaitu Goerges Charles Guillain dan Jean Alexander Barre, seorang dokter asal Perancis.

Apa Penyebab Guillain Barre Syndrome (GBS)?

Penyebab pasti GBS sampai saat ini memang belum diketahui. Namun banyak kasus GBS yang sering disebabkan adanya infeksi viral dan bakteri.
Virus yang paling sering menyebabkan GBS adalah 
Cytomegalovirus (CMV), 
HIV, 
Measles dan 
herpes simplex virus. 
Bakteri yang paling sering ditemui adalah Campylobcater jejuni.

Karena adanya benda asing (virus atau bakteri), maka secara alami imun akan memproduksi antibodi untuk memerangi benda asing tersebut. Namun pada penderita GBS, antibodi tersebut justru tidak menyerang benda asing yang datang, melainkan menyerang saraf tepi tubuh
Dalam hal ini, antibodi menyerang selubung myelin, yaitu selubung yang menyelubungi saraf tepi. Sistem saraf dalam tubuh manusia merupakan ‘kabel utama’ tubuh, maka dari itu jika ‘kabel’ tersebut diserang maka akan mengakibatkan gangguan dan membuat sistem tubuh menjadi ‘down’. Hal ini akan mengakibatkan saraf tepi tidak mampu meneruskan perintah dari otak ke organ atau sebaliknya, dan akhirnya otot pada organ tidak bisa digerakkan. Bahkan pada beberapa kasus GBS yang sudah parah dapat mengakibatkan komplikasi tidak bisa bernafas, tidak bisa menelan, tidak bisa bersuara, bahkan jantung berhenti berdetak.

Apa Gejala Guillain Barre Syndrome (GBS)?

GBS sering diawali dengan adanya infeksi pada saluran pencernaan dan pernafasan oleh virus ataupun bakteri. Beberapa gejala yang sering muncul pada penderita GBS adalah sebagai berikut :
  1. Rasa seperti ditusuk – tusuk jarum pada jari kaki atau tangan yang kemudian dikuti dengn mati rasa.
  2. Kesemutan pada kaki, paha, yang kemudian merambat ke badan dan tangan.
  3. Kehilangan refleks.
  4. Nyeri pinggang.
  5. Mengalami kegoyahan pada saat berjalan, bahkan terkadang tidak mampu berjalan sama sekali.
  6. Jika kasus GBS lebih parah, maka akan muncul – gejala – gejala berikut :
  7. Gangguan pada bola mata.
  8. Sulit berbicara.
  9. Gangguan pada saat mau menelan.
  10. Gangguan pada saat buang air besar dan buang air kecil.
  11. Gangguan pada sistem pernafasan

Bagaimana Cara Mengobati Guillain Barre Syndrome (GBS)?

Belum ada obat untuk syndrome ini. Namun ada dua jenis perawatan yang dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan GBS.
  • Plasmapheresis
Plasmapheresis dikenal sebagai pertukaran plasma. Dalam plasmapheresis, cairan darah (plasma) diambil dan dipisahkan dari sel – sel darah.jika sudah dipisahkan, selanjutnya sel – sel darah dimasukkan kembali ke dalam tubuh untuk memproduksi plasma baru dan mengganti plasma yang sudah dikeluarkan. Para ilmuwan percaya cara ini mampu menghilangkan zat – zat yang dapat merusak selubung myelin di dalam darah.
  • Immunoglobulin intravena
Immunoglobulin intravena adalah pemberian immunoglobulin yang mengandung antibodi sehat dari darah donor melalui intravena. Pemberian Immunoglobulin dalam dosis tinggi dapat membantu menghentikan antibodi yang merusak saraf tubuh. Namun biaya untuk perawatan immunoglobulin intravena ini sangat mahal.
  • Pemberian obat nyeri.
  • Fisioterapi untuk mencegah otot kaku.
Perlu Anda ketahui bahwa pengobatan dan terapi hanya bisa menyembuhkan GBS sampai 80%, tidak dapat sembuh total. Kesembuhan 80% itu bisa didapat dalam waktu beberapa minggu, bulan hingga tahun. Sebagian organ akan sembuh, namun sebagian akan cacat (lemas, lumpuh, atau mengalami gangguan keseimbangan).

Bagaimana Cara Mencegah Guillain Barre Syndrome (GBS)?

Karena penyebabnya yang belum diketahui, maka sulit untuk mencegah sindrom ini. Salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk mencegah GBS adalah dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan banyak mengkonsumsi protein hewani dan rajin berolahraga. Selian itu, kita juga perlu menjaga kebersihan agar terlindung dari kuman, bakteri, dan virus.

Apakah Guillain Barre Syndrome Dapat Kambuh?

GBS bisa kambuh kembali pada penderita. Namun resiko kambuh ini diperkirakan kurang dari 10%.
Itulah informasi mengenai pengertian, penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan Guillain Barre Syndrome (GBS)  yang dapat kami sampaikan kepada Anda. Sekian dan semoga bermanfaat.

KAMI AHLI MENGOBATI GBS - JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI 0823 3222 2009 

sumber :http://masalahkesehatan.com/guillain-barre-syndrome-penyakit-gbs/

Ada Kandungan Racun dalam ARV


Kepada Ibu dan Bapak dokter serta paramedis yang baik;
Kita baru saja memperingati Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2012. Ini adalah sebuah malam dimana kita mengenang adik, kakak, pasangan, anak, orangtua, saudara, rekan, kerabat bahkan orang yang tidak kita kenal yang telah mendahului kita. Kalah dalam pertarungannya melawan infeksi HIV di dalam tubuhnya.
Obat dan Racun

Kami tidak ingin banyak berbicara angka kali ini, sebab angka-angka yang selama ini kerap di tampilkan sebenarnya adalah sebuah fenomena berwajah yang memperlihatkan betapa persoalan HIV dan AIDS telah membelit bangsa Indonesia.

Kami berterima kasih sekali kepada Bapak dan Ibu Dokter yang selama ini telah melayani kami dengan memberikan informasi, perawatan dan pengobatan bagi kami di dalam upaya kami mengendalikan HIV yang berada dalam tubuh kami. Kami sangat mengapresiasi ini.

Ijinkan kami bercerita sedikit. Sudah lebih dari 30 tahun HIV dikenal oleh peradaban manusia sebagai sebuah virus yang mematikan. Yang lebih miris lagi dan kami rasakan, beban kami seolah tidak cukup dengan harus berdamai bersama virus dalam tubuh yang mengintai setiap saat tubuh kami dalam kondisi lemah untuk kemudian mengijinkan penyakit lain masuk ke dalam tubuh kamu namun kami juga harus menghadapi penghakiman dari masyarakat luas bahwa kami ini yang terinfeksi HIV adalah golongan orang-orang yang tidak bermoral, melawan takdir, sampah masyarakat dan berjuta sebutan stigmatif lainnya seolah kami ini bukan manusia tanpa mau melihat bahwa diantara kami ada bayi tidak berdosa, anak bahkan Ibu rumah tangga yang tidak pernah membayangkan mereka akan mendapatkan takdir untuk hidup bersama HIV. Sebutan stigmatif itulah yang kemudian membuat kami merasakan diskriminasi yang sangat hebat di dalam setiap aspek kehidupan kami.

Ibu dan Bapak Dokter serta paramedis yang baik

Bapak dan Ibu dokter tentunya sudah mengetahui bahkan di layanan kesehatan saja, kami masih mengalami diskriminasi. Mulai dari gunjingan petugas layanan kesehatan ketika memberikan layanan kepada kami, berlebihannya perlakuan petugas seolah kami ini membawa virus yang menyebar melalui tatapan mata sampai dengan ditolaknya kami mendapatkan kamar untuk perawatan kami dan ironisnya selalu dibungkus dengan perkataan bahwa kami harus ditempatkan dalam kamar isolasi demi kebaikan kami sendiri agar terhindar dari infeksi penyakit yang berasal dari pasien lain.

Kami mungkin sakit, namun kami juga bukan orang bodoh. Kami tahu bahwa sudah menjadi hak setiap pasien untuk terhindar dari infeksi Nosokomial yang selama ini selalu dijadikan alasan petugas layanan kesehatan mengisolasi kami dan atau menolak kami ketika kamar isolasi yang jumlahnya tidak seberapa itu digunakan oleh pasien ODHA yang lain.

Kami masih bisa menerima jika stigma dan diskriminasi ini kami dapatkan dari masyarakat umum karena kami tahu bahwa mereka pun masih belum tertapapar informasi terkait  HIV dan AIDS. Kami sadar bahwa bagi pemerintah kita, urusan HIV dan AIDS ini tidak terlalu seksi untuk dibicarakan dibanding dengan isu pemilihan kepala daerah, kekerasan, kriminal bahkan sampai dengan Lady Gaga. Kami sadar bahwa pemerintah kita telah gagal memberikan edukasi kepada msayarakat terkait HIV dan AIDS sehingga kemudian karena ketidak tahuan mereka, perlakuan diskriminatif sering kami terima.

Ibu dan Bapak Dokter serta paramedis yang baik

Kami berterima kasih karena dengan pemberian ARV secara gratis selama ini telah membuat angka kematian pasangan, teman dan saudara kami yang terinfeksi HIV semakin menurun. ARV telah menjadi teman setia kami dalam membuat perdaimaian dengan HIV yang ada dalam tubuh kami. ARV telah membuat hidup kami yang selama ini suram menjadi punyai seberkas sinar pengharapan. Pengharapan untuk tetap hidup di dunia yang diciptakan Tuhan untuk semua ciptaannya, baik ODHA maupun bukan.

Tahukah Ibu dan bapak, bahwa dalam upaya kami berdamai ditemani oleh ARV tersayang ini kami sering mendapatkan efek tidak menyenangkan akibat dari zat-zat kimia yang terkandung dalam ARV dan harus kami telan setiap harinya sepanjang hidup kami? Ya betul, kami mendapatkan efek samping yang tidak kalah berbahayanya dengan infeksi HIV di dalam tubuh kami. Bagi kami yang perempuan, efek samping ini semakin tidak tertahankan karena kami sadar bahwa penelitian dalam membuat obat ARV ini belum memperhatikan kerentanan biologis dari kami yang perempuan.

Hampir setiap malam kami mengalami kesemutan bahkan hingga kelumpuhan sesaat, anemia berat kadang membuat kami kehilangan kesadaran, lemak otot kami menyusut sehingga pipi dan beberapa bagian tubuh kami menjadi kempot sehingga membuat kami tidak nyaman dalam berinteraksi sebagaimana manusia lainnya karena semakin melekatkan stempel di dahi kami jika kami adalah orang yang hidup dengan HIV.

Semua itu akibat efek samping dari ARV yang selama ini telah kami anggap sebagai teman sehidup semati. Tidak, kami tidak akan protes dan berhenti dengan teman kami itu sebab kami menyadari bahwa hanya merekalah sampai saat ini yang menjadi teman setia dalam mengendalikan teman kami yang nakal bernama HIV di dalam tubuh.

Ibu dan Bapak dokter serta paramedis yang baik

Kami ingin mengajukan permohonan kepada ibu dan bapak semua di dalam peringatan Malam Renungan AIDS Nusantara 2012 ini. Permohonan agar jangan sampai ada diantara kami yang kemudian menyerah dan berpulang kepada Sang Pencipta bukan karena infeksi HIV dalam tubuh namun karena tubuh kami tidak kuat menerima efek samping yang disebabkan ARV yang kami konsumsi. Kami harap ibu dan bapak mau mengabulkan permohonan kami ini.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui panduannya untuk penggunaan ARV 2010 yang kemudian diadopsi oleh Kementrian Kesehatan dalam Panduan ARV yang dikeluarkan pada tahun 2011 telah menyebutkan dengan jelas bahwa ada jenis ARV yaitu jenis d4t atau biasa dikenal dengan nama dagang Stavudine mempunyai kandungan racun yang berbahaya bagi ODHA yang mengkonsumsinya bahkan hingga menyebabkan kematian kami.

Kami menyesalkan karena obat yang lebih banyak bahaya dibanding manfaat bagi kami ini masih terus didistribusikan. Kami menderita karena obat ini. Bahkan kami tidak tahu apakah lebih menderita berdamai dengan HIV dalam tubuh ataukah harus menahankan efek samping dari ARV yang baru saja kami ketahui seharusnya sudah tidak didistribusikan karena mempunyai racun yang membahayakan nyawa kami.
Kami ingin meminta kepada Ibu dan Bapak untuk berhenti memberikan resep obat d4t ini kepada kami. Bantu kami dalam memilih obat yang tepat dan sedikit mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh kami. Bantu kami dalam mendorong Kementrian Kesehatan bisa menyediakan obat yang lebih aman untuk menjadi teman seumur hidup kami.

Kami masih ingin hidup. Kami masih ingin mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bukan hanya bagi kami namun juga bagi masyarakat, nusa dan bangsa.
Berikanlah hadiah kepada kami di MRAN 2012 ini dengan Berhenti meresepkan ARV jenis d4t (Stavudine) kepada ODHA.
Selamatkanlah ODHA!

 Salam sayang,
ODHA di Indonesia

Menghitung Jumlah Keseluruhan Virus HIV dalam Tubuh

Cara ini tidak berlaku jika pasien dalam masa pengobatan kami,  kecuali virus yang berada di sstem peredaran darah.

Cara menghitung keseluruhan Virus HIV di dalam darah.berdasarkan BB dan Hasil Lab Viroload
Misal hasil Lab   Viraload 1.56 x 10^4  = 15.600
BB 60kg

Maka rumusannya sbb :
Laki-Laki =(((BB x 70) x 20) x Hasil VL)
Wanita      =(((BB x 65) x 20) x Hasil VL)

Jumlah Virus HIV di Sitem peredarah darah 2%
Rumurannya sbb

Laki-Laki =(((BB x 70) x 20) x Hasil VL)
Wanita      =(((BB x 65) x 20) x Hasil VL)

Jumlah Total Virus HIV di Sistem Linfatik dll 98%
Rumusannya sbb

Laki-Laki =((((BB x 70) x 20) x Hasil VL)/0.02)*98%
Wanita      =((((BB x 65) x 20) x Hasil VL)/0.02)*98%

Jumlah Total Virus HIV di Seluruh Tubuh 100%
Rumusannya sbb

Laki-Laki =(((BB x 70) x 20) x Hasil VL)/0.02
Wanita      =(((BB x 65) x 20) x Hasil VL)/0.02



Contoh Wanita BB 60 kg hasil VL 156.000

PEREMPUAN BB x 65ml
BB                                60
VL                     156,000
System Darah 2%       12,168,000,000
System Limfatik 98%     596,232,000,000
Total Virus di dalam Tubuh     608,400,000,000
Sungguh Jumlah Virus HIV yang sangat MENGERIKAN

Fungsi Sistem Limfatik


Pengertian Sistem limfatik dan Fungsinya

Sistem limfatik adalah jaringan berbentuk tabung di sepanjang tubuhnya yang mengalirkan cairan (disebut getah bening) dari jaringan dan bermuara kembali ke dalam aliran darah. 

Peran utama dari sistem limfatik termasuk mengelola tingkat cairan dalam tubuh, menyaring bakteri, dan jenis perumahan bagi sel darah putih. Getah disaring melalui limpa, timus dan kelenjar getah bening sebelum dikosongkan ke dalam darah.
Pengertian Sistem limfatik dan Fungsinya

Menjaga keseimbangan cairan

Pembuluh darah cenderung meresapkan cairan ke dalam jaringan di sekitarnya. Sistem limfatik mengalirkan lepas cairan ekstra untuk menghentikan jaringan dari mengisap naik. Kaki khususnya rentan terhadap bengkak.

Pembuluh limfatik

Pembuluh limfatik berselang-seling diseluruh tubuh, kecuali untuk sistem saraf pusat. Beberapa pembuluh limfatik memiliki katup (mirip dengan katup dalam pembuluh darah), yang menghentikan getah bening dari berjalan kembali dengan cara yang salah.

Limpa

Limpa adalah di dalam perut, tepat di bawah diafragma. Ini adalah salah satu organ penyaringan darah. Serta menghilangkan mikroba, limpa juga menghancurkan sel-sel darah merah tua atau rusak.

Timus

Timus adalah di dalam tulang rusuk, tepat di belakang tulang dada. Ini adalah organ penyaringan lain darah, yang berisi banyak sel darah putih yang disebut limfosit.

Kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening ditemukan di berbagai titik di sekitar tubuh, termasuk tenggorokan, ketiak, dada, perut dan pangkal paha. Semua terletak dekat dengan arteri. Bakteri dijemput dari jaringan oleh getah bening terjebak dalam kelenjar getah bening. Sel darah putih yang disebut limfosit kemudian dapat menyerang dan membunuh bakteri. Inilah sebabnya mengapa kelenjar getah bening Anda cenderung membengkak jika Anda mengalami infeksi. Virus dan sel-sel kanker juga terjebak oleh kelenjar getah bening.

Masalah umum

Beberapa masalah umum dari sistem limfatik meliputi:
  1. Demam kelenjar – gejala termasuk kelenjar getah bening lembut
  2. Penyakit Hodgkin – jenis kanker dari sistem limfatik
  3. Edema – bengkak akibat terlalu banyak cairan di jaringan
  4. Tonsilitis – infeksi amandel di tenggorokan.

Hal yang perlu diingat

  1. Sistem limfatik mempertahankan tingkat cairan dalam tubuh.
  2. Bakteri dan mikroba lainnya diambil oleh getah bening dan dikirim ke kelenjar getah bening untuk kehancuran.
  3. Limpa dan timus adalah organ yang menyaring darah.

Ringkasan

Sistem limfatik adalah serangkaian pembuluh di seluruh tubuh yang mengalirkan cairan dari jaringan. Bakteri dan mikroba lainnya akan dijemput di cairan limfatik dan terperangkap di dalam kelenjar getah bening, di mana mereka bisa diserang dan dihancurkan oleh sel darah putih. Masalah umum dari sistem limfatik meliputi demam kelenjar, penyakit Hodgkin, edema (pembengkakan) dan tonsilitis.

MAKANAN YANG TEPAT UNTUK HIV AIDS



Nutrisi yang tepat untuk ODHA.
Berikut ini adalah prinsip-prinsip dasar untuk mempersiapkan makanan bagi penderita HIV-positif:

  • Konsumsi diet tinggi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
  • Pilihlah makanan rendah lemak sebagai sumber protein. 
  • Kurangi gula, minuman ringan dan makanan mengandung gula.




Untuk mempertahankan berat badan namun tanpa menambah lemak, maka seorang penderita HIV-positif perlu meningkatkan jumlah kalori. Perhitungannya adalah seagai berikut :

  • Konsumsi 17 kalori per pon berat tubuh untuk  mempertahankan berat badan.
  • Konsumsi 20 kalori per pon berat tubuh jika mengalami infeksi.
  • Konsumsi 25 kalori per pon berat tubuh jika berat tubuh menurun.

Protein membantu membangun otot, organ dan sistem kekebalan tubuh. Untuk itu jika penderita adalah seorang pria, dia membutuhkan 100-150 gram protein setiap harinya, sedangkan jika wanita butuh 80-100 gram perhari. Namun jika penderita HIV/AIDS mengalami masalah dengan ginjalnya, dia harus mengurangi 15%-20% dari jumlah protein yang dikonsumsinya.


Untuk karbohidrat, penderita HIV/AIDS perlu mendapatkan jumlah yang tepat. Setiap hari disarankan untuk mengkonsumsi lima sampai enam porsi (sekitar 3 cangkir) buah dan sayuran. Pilihlah kacang-kacangan dan biji-bijian seperti beras merah dan quinoa. Jika tidak memiliki alergi bisa mengkonsumsi gandum utuh atau barley. Untuk yang menderita diabetes, maka sebagian besar karbohidrat disarankan berasal dari sayuran.


Lemak yang baik dapat memberikan energi ekstra yang dibutuhkan tubuh. Daparkan 30% kalori harian yang dibutuhkan tubuh dari lemak. 
10 % diantaranya bisa diambil dari lemak tak jenuh tunggal yang bisa di dapat dari kacang-kacangan, alpukat, ikan, canola dan minyak zaitun. 
10 % lagi adalah lemak tak jenuh ganda yang berasal dari ikan, walnut, biji rami, jagung, bunga matahari kedelai dan minyak safflower. Sedangkan 
10% sisanya Anda bisa dapatkan dari daging berlemak, unggas, mentega, makanan mengandung susu, kelapa dan juga minyak kelapa.


Selain itu penderita HIV-positif perlu mendapatkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Berikut adalah vitamin yang dibutuhkan dan sumber makanan yang mengandung vitamin tersebut :

  • Vitamin A dan beta-karoten: hijau tua, kuning, sayuran berwarna oranye, atau merah dan buah, hati, telur utuh, susu
  • Vitamin B: daging, ikan, ayam, biji-bijian, kacang-kacangan, kacang putih, alpukat, brokoli, dan sayuran berdaun hijau
  • Vitamin C: buah jeruk
  • Vitamin E: sayuran berdaun hijau, kacang, dan minyak nabati
  • Selenium: biji-bijian, kacang-kacangan, unggas, ikan, telur, dan selai kacang
  • Zinc: produk susu daging, unggas, ikan, kacang-kacangan, kacang, dan susu, dan lainnya

Mungkin sulit untuk mendapatkan semua vitamin yang dibutuhkan tubuh, untuk itu perlu dibicarakan dengan dokter untuk diberikan rekomendasi suplemen multivitamin yang tepat.

Obat HIV Sudah Di Temukan Oleh Ulama Saintis Pendukung Usamah bin Laden ?

Sheikh Abdul Majid Al-Zindani



HIV-AIDS, sebuah penyakit modern yang konon sering disebut sebagai penyakit yang belum ditemukan obatnya. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusi akibat infeksi virus HIV atau infeksi lain yang mirip. Sedangkan virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang memperlemah kekebalan tubuh manusia.

Orang-orang yang terjangkit virus tersebut akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan tumor. Meskipun berbagai penelitian dan penanganan yang telah ada dapat memperlambat perkembangan virus, namun sampai saat ini masih diklaim belum ada obat yang dapat memberikan kesembuhan total.

AIDS diperkirakan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. UNAIDS telah memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang semenjak tahun 1981 sampai 2006. Kini AIDS merupakan pandemi yang menakutkan di seluruh dunia.

Obat HIV
Kisaran tahun 2008, seorang ulama sekaligus ahli farmasi dari Yaman bernama Abdul Majid Al-Zindani menyampaikan pengumuman perihal keberhasilan penelitiannya dalam hal pengobatan terhadap penderita HIV-AIDS.

Berbicara di sela-sela Konferensi Kedokteran Pertama dan Pameran Medis yang ke-6, Rektor Universitas Al-Iman, Sheikh Abdul Majid Al-Zindani mengungkapkan, bahwa ia bersama rekan-rekan timnya, berhasil menemukan obat untuk mengobati AIDS.

Al-Zindani mengatakan bahwa dia dan tim penelitinya membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk menemukan obat tersebut. Ia menambahkan, efektivitas obat tersebut juga telah diuji oleh tim medis khusus di Universitas King Abdul Aziz, Arab Saudi dan di laboratorium Marinir AS. Demikian laporan Yemen Post medio 2008.

Al-Zindani menyatakan juga, obat temuannya itu juga telah diujicobakan pada binatang oleh Universitas Sains dan Teknologi dan telah terbukti efektif menyembuhkan binatang percobaan tersebut. Dari 25 kasus, 13 di antara yang diujinya benar-benar dinyatakan sembuh.

Dalam sebuah laporan lain, dinyatakan bahwa menurut Al-Zindani, sebagaimana dipublikasikan stasiun tv satelit Al-Jazeera, medio 2007, ia telah melakukan uji coba terhadap 15 orang yang positif terkena virus HIV selama antara satu sampai tiga tahun, dan kini seluruhnya sembuh dari virus penyakit yang menghilangkan kekebalan tubuh itu.

Dalam sebuah wawancaranya dengan Al-Jazeera, Al-Zindani mengundang semua institusi obat dan kesehatan serta organisasi kesehatan PBB WHO untuk berkunjung ke Yaman dan menyaksikan langsung praktek pengobatan yang ia lakukan di sana. Ia juga mempersilahkan para pakar untuk menguji coba hasil penemuan ilmiahnya. Meski tak mau membeberkan komponen obat alami itu secara detail, terkait nama tumbuhan dan lokasinya, tapi Al-Zindani mengatakan apa yang dilakukannya bukan karena alasan ekonomis. (Lihat: Video Wawancara Al Jazeera dengan Abdul Majid Al-Zindani)

Ia hanya menyebutkan bahwa penelitiannya dilakukan dengan mengembangkan konsep pengobatan ala Rasulullah SAW (Tibbun Nabawi) dan kemukjizatan pengobatan tersebut.

Saat ini, obat hasil temuannya sudah didaftarkan Hak Patennya di World Intellectual Property Organization (WIPO) dengan nama THE USE OF A HERBAL COMPOSITION FOR THE TREATMENT OF A PERSON INFECTED WITH HIV (Cek di sini).

Selain itu, Al-Zindani juga menyebutkan bahwa ia dan timnya sedang melakukan penelitian lain di Pusat Kedokteran Nabi Universitas Al-Iman untuk menemukan obat penyakit yang belum tersembuhkan lainnya. Sejauh ini, mereka juga mendalami penelitian obat Hepatitis B dan C.

Siapa Al-Zindani?
Syaikh Abdul Madjid Az Zindani adalah seorang ulama yang kharismatik. Beliau menulis sejumlah buku diantara yang terkenal adalah kitab Al Iman. Beliau memiliki sebuah Universitas bernama Universitas Al Iman yang cukup megah yang dibiayai sendiri dan mampu memberikan bea siswa kepada para santrinya.

Terlahir di kota Bad’an dalam wilayah Ibb, Republik Yaman pada tahun 1942, Al-Zindani memiliki nama lengkap Abdul Majid bin Abdul Aziz bin Hamud Al-Zindani. Ia dilahirkan pada tahun 1942.
Pendidikan awalnya berada di bawah asuhan ayahandanya Syeikh Abdul Aziz bin Hamud al-Zindani. Pendidikan dasarnya dimulai dari Al Kuttab, kemudian beralih ke Aden dan melanjutkan studi secara pondok di situ. Beliau melanjutkan pendidikan tingkat perguruan tinggi di Fakultas Farmasi di Universitas ‘Ain Syams Mesir selama dua tahun sebelum kemudian pindah kuliah Syariah di Universitas al-Azhar.

Pada tahun 1962, beliau sempat ditahan oleh pemerintah Mesir sehingga mengharuskannya untuk dikembalikan ke Yaman. Di Yaman, ia menekuni kembali ilmu-ilmu Islam di bawah asuhan para ulama Yaman sebelum kemudian berangkat ke Arab Saudi. Di Yaman, ia sempat ditunjuk sebagai seorang pendidik di Kementerian Pendidikan. bahkan hasil buku tulisannya yang membahas tentang Akidah berbasis ilmiah menjadi buku pegangan di sekolah dasar dan menengah di seluruh Yaman.
Di Arab Saudi, dia belajar ilmu agama di bawah ajaran mufti Saudi Syaikh Abdul Aziz Bin Baz dan Syaikh Utsaimin serta ulama Saudi lainnya. Pada saat itulah kemudian ia mengembangkan ilmu ‘Ijaz Ilmu dalam lembaga bernama Pusat Kajian Ilmu Sains al-Quran dan Sunnah (1986/1406) di Mekah. Atas hasil penelitian yang dilakukan terutama dalam bidang sains, Al-Zindani mendapat perhatian dan dianugerahi gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Oum Darman, Sudan.
Al-Zindani bukan tipe ulama yang hanya pandai berceramah saja tanpa beramal. Ia tercatat juga pernah turun berjihad di Afghanistan sebagai realisasi atas ucapan-ucapannya yang ia ajarkan di majlis-majlis. Konon, di sinilah ia bertemu dengan Usamah bin Laden dan beberapa tokoh mujahid yang kemudian dikenal sebagai tokoh Al Qaidah. Tokoh Al Qaidah, Syaikh Anwar Awlaki merupakan salah seorang kawannya yang pernah mengajar di Universitas Al Iman. Mujahid asal Amerika Serikat John Walker Lindh juga merupakan muridnya yang belajar di Univeristas Al Iman, Yaman.

Di Yaman, ia juga mendirikan sebuah organisasi kelaskaran mirip Front Pembela Islam (FPI) di Indonesia bernama Front Amar Ma’ruf Nahi Mungkar di Shan’aa`, Yaman. Berada di bawah pimpinan Al-Zindani, Front Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Yaman sering melakukan konvoi untuk merazia tempat-tempat pelacuran dan mencegah bertambahnya kegiatan pemurtadan.

Ormas itu juga eksis dan mampu memberikan perubahan-perubahan yang cukup baik terhadap pemberantasan kemaksiatan di Yaman.
“Tujuan razia tersebut adalah untuk membendung bertambahnya kegiatan kristenisasi di Yaman dan menyebarnya tempat-tempat pelacuran. Padahal, sejumlah para peneliti telah mengingatkan akan bahayanya pelacuran.”

Menurut Al-Zindani, mencegah pelacuran dan maksiat merupakan tuntutan syar’i untuk menegakkan hukuman bagi para pelakunya. Terlebih, setelah berkembangnya isu penculikan para gadis dan dibawa ke tempat-tempat pelacuran.

Aksi yang dilakukan oleh Front Amar Ma’ruf Nahi Mungkar telah menuai hasil. Setelah adanya aksi tersebut, ada beberapa hotel yang tidak menerima pelanggan wanita tanpa mahram. Selain itu, ada beberapa perusahan swasta di bidang transportasi mengkhususkan kendaraan bagi wanita.

Selain dikenal sebagai ulama pendiri Universitas Al Iman Yaman dan seorang akademisi dan peneliti, Al-Zindani juga merupakan Presiden Majelis Syuro Partai Islah Yaman dan salah seorang pendiri Ikhwanul Muslimin Yaman. Ia juga pernah menduduki pengurus Rabithah Alam Islami sebagai Wakil. Dan terakhir, namanya juga masuk dalam daftar teroris versi AS. [mzf/bbs]
*Keterangan gambar:
#1  Ilustrasi
#2  Syaikh Abdul Majid Al-Zindani
#3  Print-Screen Pendaftaran Hak Paten Obat HIV di WIPO

sumber : http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/ulama-penemu-obat-virus-hiv-pimpin-front-pembela-islam-ala-yaman-berantas-kemaksiatan.html

Pengobatan Alternatif HIV AIDS

Pengobatan Alternatif HIV AIDS, Jika ODHA selama ini di haruskan minum ARV seumur hidup dengan segala efek samping nya, atau ODHA merasa bosan dengan pengobatan seumur hidup, maka jalan lain hanya pengobatan ALTERNATIF

Banyak pengobatan alternatif di internet di tawarkan. namun sebaiknya pertimbangkan lebih matang sebelum meninggalkan ART, setidaknya ada bukti TESTIMONI pasien di lihat dari hasil laboratorium. dan LIHAT perbandingan obat kimia ARV dengan obat alami. selanjutnya ODHA lah yang menentukan model pengobatan yang terbaik.

Perbandingan Obat KIMIA ARV dengan Obat ALAMI
ARV
OBAT ALAMI
Tidak bisa menyembuhkan AIDS.
Bisa menyembuhkan AIDS.
Karena tidak bisa menyembuhkan, maka harus dikonsumsi seumur hidup.
Ketika sudah sembuh, Odha bisa stop pengobatan.
“Memperbudak” Odha SEUMUR HIDUP dengan kewajiban jadwal ketatnya yang harus dikonsumsi tepat waktu.
Tidak memperbudak Odha seumur hidup karena jadwal konsumsinya fleksibel.
Bahan kimia tidak ramah lingkungan yang penuh dengan efek samping.
Bahan alami ramah lingkungan dan pada umumnya tanpa efek samping.
Mikroba makin kebal atau resisten walaupun dikonsumsi dengan jadwal yang benar.
Tidak akan menimbulkan resistensi walaupun jadwalnya fleksibel.
Tidak aman jika dikonsumsi dalam jangka panjang, apalagi untuk seumur hidup.
Aman jika dikonsumsi dalam jangka panjang, apalagi jenis suplemen, sangat aman dikonsumsi seumur hidup untuk mempertahankan kesehatan.
(NCBI, Oxford Med Journal, Medindia, Healindonesia)
sumber: www.lintas.me/go/memobee.com/aids-denialist-menguak-mafia-kesehatan-pada-kasus-hivaids

HIV, Metode Pengobatan HIV yang seharusnya menurut Penemu Virus HIV

Dokter Luc Montagnier (seorang ilmuwan dan ahli virologi prancis yang pertama kali berhasil mengisolasi virus HIV dari darah seorang yang terinfeksi HIV yang menjadi penyebab AIDS). Dari sinilah dr. Luc Montagnier dan ilmuwan-ilmuwan lain dapat membuat rekaman cara perkembangbiakan virus HIV.

Keberadaan Virus HIV dapat dilihat melalui pemeriksaan NAT (Nucleic Acid Test). Test ini langsung membaca keberadaan DNA atau RNA virus HIV. Jika Virus HIV tidak exist, maka DNA virusnya tidak akan ditemui. Dan Hasil pemeriksaan NAT akan menunjukkan hasil Negatif (tidak ditemukan DNA/RNA Virus).
Luc Montagnier, penemu HIV itu sendiri, pada tanggal 10 Desember 2009, berkata bahwa:
"HIV sebenarnya bisa hilang dengan perbaikan nutrisi (pengobatan alami)".
Lalu, apakah nutrisi itu ? Definisi nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan manusia, untuk menormalkan fungsi dari sistem tubuh, pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan tubuh. 


Efek samping dari obat ARV, hampir sama dgn AIDS sendiri

Dody Achmadi menyunting dokumen di grup GERAKAN TOLAK ARV (GETAR) .

Kebenarannya adalah AZT, ddI, ddC , penghambat protease (protease inhibitors) dan obat-obatan lainnya yang disebut “antiretroviral s” tidak pernah didapati di studi terkontrol manapun yang membuktikan adanya manfaat klinis teruji terhadap para pasien AIDS. Satu-satunya studi terpublikasikan yang mengklaim adanya hasil positif hanyalah bersifat sementara dan tidak memiliki hasil statistik yang signifikan. (1)
Bahkan lebih mengkhawatirkan lagi, terdapat cukup banyak bukti bahwa obat-obatan ini telah diketemukan dapat menyebabkan gejala-gejala yang sebenarnya ingin disembuhkan. Lebih dari 500 Medical Doctor dan atau Ph.D. telah menandatangani suatu pernyataan yang mengajak untuk diadakannya penilaian kembali bagi penyebab AIDS dan mempertanyakan apakah gejala-gejala yang ada benar-benar disebabkan oleh HIV.
Walaupun “antiretroviral ” lebih baru seperti ddC, ddI, dan d4T memiliki mekanisme analisator aksi dan toksisitas yang sama dengan AZT, mereka belum pernah diteliti secara ekstensif dan dengan demikian tidak didiskusikan secara detail seperti halnya penelitian-pene litian yang ditekankan di bawah ini.
1) Tulisan Pembukaan Glaxo mencantumkan peringatan berikut dengan huruf kapital besar dan tebal di awal bagian Physician’s Desk Reference edisi tahun 1998 yang mendeskripsikan AZT (merek Retrovir atau Zidovudine).
“RETROVIR (ZIDOVUDINE) BISA MENGAKIBATKAN TOKSISITAS HEMATOLOGI BERAT TERMASUK GRANULOCYTOPENI A DAN ANEMIA BERAT YANG TERUTAMA SEKALI ADA PADA PASIEN DENGAN HIV TINGKAT LANJUT (LIHAT PERINGATAN). PENGGUNAAN RETROVIR SECARA TERUS MENERUS JUGA BISA MENGAKIBATKAN SYMPTOMATIC MYOPATHY SERUPA DENGAN YANG DIHASILKAN OLEH HUMAN IMMUNODEFICIENC Y VIRUS.”

Ijinkan saya untuk menerjemahkanny a ke bahasa yang lebih mudah dimengerti. “Granulocytopen ia”, yang juga disebut “neutropenia” artinya sel penting dari sistem imun, yaitu neutrophil, telah berkurang, bersamaan dengan sel-sel lainnya, eosinophil dan basophil, yang jumlahnya lebih sedikit tapi masih penting.
Kondisi ini bisa ringan, sedang, atau bahkan berat. Catatan klinis atas neutropenia berat dalam Pathologic Basis of Disease karangan Robbins (5th Ed.), dimana dipakai oleh kebanyakan sekolah kedokteran yang mempelajari patologi, memberikan penjelasan tentang apa yang terjadi pada pasien penderita neutropenia berat.

CATATAN KLINIS: Gejala dan tanda-tanda dari neutropenias adalah adanya infeksi bakteri … Dalam kasus agranulocytosis berat dengan kondisi tidakadanya neutrophil, infeksi-infeksi ini bisa sangat beraneka macam sampai menyebabkan kematian dalam hitungan hari. “ (Robbins, p.631).
Hal ini terdengar sangat mengganggu sama dengan deskripsi AIDS. Robbins juga menyatakan, dalam huruf bercetak miring, bahwa “bentuk umum dari neutropenia berat adalah dikarenakan obat-obatan.” Apa yang tidak disebutkan di buku teks manapun adalah bahwa AZT telah didapati dalam lima penelitian (sesudah adanya ketergesa-gesaa n FDA dalam memberikan perizinan atasnya) ternyata beracun bagi sel T, sel yang ketidakhadirany a dianggap disebabkan oleh karena HIV.(2) Hal ini tidaklah mengejutkan sejak sel T dan semua sel lainnya diproduksi di dalam sumsum tulang telah berkurang karena AZT. AZT pada awalnya meningkatkan produksi sel T sebagai respon sistem kekebalan tubuh terhadap racun yang ada dari AZT, tapi dalam waktu yang cukup singkat, sel T, neutrophil, dan sel sistem kekebalan lainnya mulai berkurang.
2) Satu contoh dari penelitian yang mendokumentasik an pengaruh AZT atas sistem imun manusia telah dipublikasikan di the Annals of Hematology. (3)
AZT telah diberikan ke 14 pekerja kesehatan yang secara tidak sengaja terkontaminasi darah HIV dari jarum suntik. Penelitian seperti ini sangatlah penting karena toksisitas yang terjadi tidak bisa dipersalahkan ke HIV sebagai penyebabnya, seperti yang terjadi pada orang yang positif HIV. Setengah dari 14 orang tersebut akhirnya harus berhenti mengkonsumsi AZT karena efek samping toksisitasnya yang berat, dan penelitianpun dihentikan lebih awal supaya tidak terjadi kerusakan lebih fatal lagi. Neutropenia (seperti telah dijelaskan di atas) berkembang pada 36% (4 dari 11) orang yang memakai perawatan dengan AZT selama 4 minggu.
3 dari 14 orang bahkan tidak bisa mencapai 4 minggu oleh karena “gejala subyektif yang berat”. Satu pekerja harus segera dihentikan memakai AZT karena neutropenia dia terlihat begitu berat sehingga dia mengalami infeksi saluran pernapasan bagian atas.
Apa yang menarik dari penelitian ini adalah efek samping dari AZT muncul hanya dalam waktu 4 minggu, sementara pasien dengan status “positif HIV” seringkali menggunakan AZT dan obat-obatan serupa lainnya selama bertahun-tahun. Dosis pemakaian AZT dalam gabungan dengan ARV lainnya seringkali lebih kecil, yang menyebabkan gejala yang nampak jadi terlihat lebih kecil jika dibandingkan memakai AZT saja.
3) Sebuah artikel di the New England Journal of Medicine (4) memperhatikan pengurangan otot (muscle wasting) sebagai akibat dari pemakaian AZT dan membandingkanny a dengan pengurangan otot yang biasa disebut sebagai “myopathy”, diduga diakibatkan oleh HIV. Komentar mereka terhadap perbandingan tersebut adalah: “Kami menyimpulkan bahwa terapi jangka panjang dengan Zidovudine dapat mengakibatkan keracunan mitochondrial myopathy, dimana… gejalanya tidak bisa dibedakan dengan myopathy yang berhubungan dengan infeksi HIV…”.
Tulisan Robbin mengenai patologi juga berisi bagian yang menjelaskan tentang mitochondrial myopathy, menyatakan bahwa pengurangan otot jenis ini meyebabkan kelemahan fisik yang berat. Dalam tulisannya juga menyebutkan bahwa “kelompok ini bisa juga diklasifikasika n sebagai mitochondrial encephalomyopat hy.” Encephalomyopat hy, dalam bahasa gampangnya berarti kerusakan yang menyebar pada otak dan sumsum.
4) “HIV Dementia”: Walaupun kebanyakan penelitian restrospektif belum menemukan hubungan AZT dengan “HIV dementia”, penelitian-pene litian ini tidaklah terkontrol dan dengan demikian membuka terhadap berbagai kemungkinan dan penyimpangan. Satu penelitian yang terkontrol lebih baik berhasil menemukan bahwa “HIV dementia” terjadi 2 kali lebih besar pada orang yang memakai AZT. Dalam penelitian ini, seperti yang terpubliksikan journal Neurology (5), si pengarang menyatakan:
“diantara para subyek dengan sel CD4+ berjumlah<200/ mm3, resiko untuk berkembangnya HIV dementia di antara mereka yang dilaporkan memakai antiretroviral (AZT, ddI, ddC, or d4T) ternyata 97% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak memakai terapi antiretroviral”
Penelitian-pene litian tersebut juga membahas mengenai sensory neuropathy, atau kemerosotan syaraf rasa:
“Sebagai tambahan, hasil temuan dari analisa kami sepertinya mengkonfirmasi pengamatan sebelumnya mengenai pengaruh beracun antiretroviral terhadap syaraf. Banyak penelitian telah menghubungkan pemakaian ddI, ddC, dan d4T dengan perkembangan racun atas sensory neuropathy, biasanya dalam dosis tertentu.”
Penelitian-pene litian ini merupakan contoh dari bukti yang menunjukkan bahwa AZT dan antiretroviral lainnya yang dipakai sebagai terapi tunggal atau sebagai bagian dari gabungan terapi ARV dapat menyebabkan gejala-gejala yang serupa dengan AIDS yang kemudian mengkambinghita mkan HIV sebagai penyebabnya. Sialnya, keyakinan mengenai HIV begitu kuatnya sehingga banyak dari peneliti kemudian akhirnya mensuport penggunaan obat-obatan.
Perkecualian yang perlu diperhatikan adalah penelitian dari Pharmacology and Therapeutics, dimana memberikan kritik yang tegas dan seksama (2).
Fakta lain yang menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai kemungkinan HIV yang menyebabkan infeksi adalah fakta bahwa walaupun USD 45 juta telah dikeluarkan sebagai dana penelitian, para ilmuwan tetap tidak bisa mengetahui bagaimana HIV menghancurkan sel T. Tentu saja demikian, ini dikarenakan HIV tidak menghancurkan sel T di tabung lab dan juga tidak pernah terbukti menghancurkan sel T di dalam tubuh manusia.
Dalam sebuah konferensi di tahun 1997, seperti yang dilaporkan pada jurnal Science, fakta ini telah diperjelas sebagaimana teori yang dikemukakan oleh David Ho memiliki kekurangan yang cukup serius. Seperti yang dinyatakan dalam artikel Science “Sampai sekarang misteri utama AIDS tetap tak terungkap, yaitu: Bagaimana HIV menyebabkan hilangnya sel T secara besar-besaran… yang merupakan tanda utama dari AIDS?”
Seorang immunologist dari Harvard Medical School, seperti tertulis dalam artikel tadi, meringkas permasalahan tersebut sebagai berikut: “Kami masih bingung mengenai mekanisme yang membuat berkurangnya sel T, tapi setidaknya sekarang kami bingung pada tingkat yang lebih tinggi lagi terhadap pemahaman kami sendiri.” (6). Sebenarnya, penjelasan sederhana dari permasalahan ini adalah (terutama sesudah dihabiskannya dana USD 45 juta) bahwa HIV tidak berefek pada sel T sama sekali.

PENJELASAN SEBENARNYA DARI PENYEBAB AIDS

Didasarkan pada bukti-bukti di atas, bisa dibuat suatu argumen bahwa apa yang kita sebut AIDS sebenarnya adalah penggenapan ramalan oleh diri sendiri (self-fulfilling prophecy) yang bisa saja terjadi sebagai berikut:

  • Tekanan psikologis akut yang berat karena didiagnosa “positif HIV”, telah bertransformasi dengan cepat menjadi tekanan psikologis kronis mengenai prediksi masa depan hidup dengan kesehatan yang makin menurun dan adanya penyakit infeksi yang bisa terjadi kapan saja. Stres seperti ini akan mengakibatkan bahaya menurunnya sistem imun. Menurunnya sistem imun oleh karena tekanan psikologis telah didokumentasika n dengan baik oleh beberapa penelitian ilmiah dan juga merupakan hal yang pasti terjadi pada kebanyakan orang (7). Disamping itu, orang-orang biasanya ditest untuk HIV pada saat masalah kesehatan mulai muncul, sehingga tekanan psikologis karena terdiagnosa “positif HIV” pun makin menambah parah penyakit yang telah ada sebelumnya. Secara alami, penyakit-penyak it karena pikiran ini bisa kronis dan berat. Tidak mesti harus ada penyakit parah sebelumnya baru muncul penyakit pikiran ini. Penyebab penyakit seperti ini (karena tekanan pikiran) telah diteliti pada orang-orang sehat dimana mereka juga bisa menciptakan suatu kondisi turun dan rusaknya sistem imun yang akhirnya disebut “AIDS”.

  • Sekali ditest positif, orang tersebut seringkali diberi antibiotik dengan dosis tinggi dan untuk jangka panjang, dan bisa juga ditambah dengan antiretroviral, sebagai standar pencegahan atau perawatan terhadap HIV. Antibiotik yang diberi seringkali memiliki efek samping melemahkan yang akhirnya dipersalahkan sebagai akibat dari HIV, termasuk menurunnya sistem imun. Dan lebih lagi, antibiotik mengakibatkan matinya bakteri menguntungkan yang melindungi kita. Tingkat keseimbangan yang normal antara bakteri menguntungkan dan merugikan dalam perut kita dan daerah lainnya adalah salah satu faktor terpenting dalam melindungi tubuh dari infeksi (8). Puncak dari ini semua, antibiotik seringkali juga menyebabkan kebalnya bakteri, jamur dan virus terhadap berbagai macam obat.

  • Sekali sistem imun telah turun oleh karena tekanan emosional (atau kekhawatiran pikiran) yang terus menerus terjadi, penyakit yang pernah diderita sebelumnya (jika pernah ada) dan melemahnya tubuh membuat diagnosa AIDS menjadi positif.Setelah itu, orang tersebut akan mulai diberi resep “antiretroviral s (ARV)” yang pasti dan permanen, dimana efek sampingnya telah saya jelaskan di atas. Makin banyak jumlah orang yang diberi resep ARV padahal mereka masih sehat dan tidak terdiagnosa AIDS.

  • ARV dianjurkan kepada pasien sampai dia meninggal. Ini karena adanya teori bahwa HIV bisa kebal dan berkembang jika mereka lalai mengkonsumsi ARV.Pasien yang meninggalkan prawatan ARV secara teori akan menjadi ancaman publik karena mereka bisa menginfeksi orang lain dengan “HIV yang bermutasi”. Demikianlah, disamping mempertimbangkan kesehatannya sendiri, pasien memiliki tanggung jawab sosial yang besar sehingga mengakibatkan dia untuk tetap mengkonsumsi ARV.Tidak peduli akan betapa berbahayanya efek samping dari ARV, pasien dengan keras dianjurkan untuk tidak pernah luput mengkonsumsi 1 pil pun. Namun ketika kesehatan pasien makin memburuk, keadaan tersebut dipersalahkan pada mutasi HIV sebagai penyebabnya dan juga karena “kelalaian” pasien. Sangat jarang infeksi atau permasalahan kesehatan yang ada dikatakan oleh karena efek samping dari ARV.

Beberapa orang tampaknya memiliki respon yang baik (tapi sementara) terhadap ARV. Apa sebabnya masih belum jelas, tapi bisa saja berhubungan dengan:
  1. ARV langsung bereaksi pada pathogen yang ada termasuk pathogen yang dianggap HIV.
  2. Zat beracun dari ARV telah menstimulasi keluarnya sel T dari sumsum tulang, sebelum akhirnya malah menghabiskan sel T dan menyebabkan turunnya sel imun dan anemia. Awal naiknya jumlah CD4 pada kasus ini diartikan oleh dokter sebagai membaiknya fungsi imun/kekebalan tubuh.
  3. Berkurangnya tekanan psikologis sehingga pasien bisa tenang adalah karena keyakinan yang kuat bahwa ARV yang telah dikonsumsi adalah “penyelamat”. Dan ini seringkali diperkuat dengan hasil lab yang menunjukkan meningkatnya jumlah CD4 dan menurunnya “viral load”, dimana ini bukanlah tanda yang pasti akan membaiknya kesehatan.

Beberapa penelitian ilmiah yang berusaha untuk mendokumentasik an efek positif dari protease inhibitor (PI) gabungan, selalu berakibat tidak baik. Tiap sukarelawan selalu harus stop lebih dini ditengah-tengah penelitian. Ini membuat penelitian-pene litian yang ada tidak bisa menemukan manfaat yang sesungguhnya dari terapi PI gabungan dan penelitian pun tidak pernah selesai.
(1)
Sebagai tambahan, group placebo terkontrol diberikan 2 ARV tanpa protease inhibitor. Jika ARV merupakan bagian dari permasalahan yang ada, maka group placebo terkontrol ini tidak akan memperlihatkann ya. Menghentikan percobaan terlalu dini terjadi pada kasus monoterapi AZT, sampai akhirnya uji coba Concorde berhasil menyelesaikanny a tapi dengan angka kematian dan efek samping berat yang makin banyak di group yang mendapatkan AZT.

Group lainnya, dimana sukarelawan hanya diberikan AZT sesudah didiagnosa positif AIDS, memiliki angka kematian 25% lebih sedikit. Semua 172 sukarelawan uji coba Concorde yang meninggal telah diberikan AZT kecuali 3 sukarelawan. Untuk detail diskusi dari uji coba Concorde, silahkan melihat referensi (1)(9)(10).

Pemikiran bahwa HIV yang bermutasi bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan telah disangkal total oleh penelitian David Rasnick, yang mempublikasikan hasil penelitiannya di the Journal of Biological Chemistry. (11). Dengan demikian, penurunan kesehatan pada kebanyakan pasien BUKAN disebabkan oleh HIV yang bermutasi. Jawaban yang lebih sederhana dan tepat adalah efek samping obat-obatan yang menyebabkannya, seperti yang telah dibeberkan dengan jelas di atas.

Perbandingan Obat KIMIA ARV dengan Obat ALAMI
ARV
OBAT ALAMI
Tidak bisa menyembuhkan AIDS.
Bisa menyembuhkan AIDS.
Karena tidak bisa menyembuhkan, maka harus dikonsumsi seumur hidup.
Ketika sudah sembuh, Odha bisa stop pengobatan.
“Memperbudak” Odha SEUMUR HIDUP dengan kewajiban jadwal ketatnya yang harus dikonsumsi tepat waktu.
Tidak memperbudak Odha seumur hidup karena jadwal konsumsinya fleksibel.
Bahan kimia tidak ramah lingkungan yang penuh dengan efek samping.
Bahan alami ramah lingkungan dan pada umumnya tanpa efek samping.
Mikroba makin kebal atau resisten walaupun dikonsumsi dengan jadwal yang benar.
Tidak akan menimbulkan resistensi walaupun jadwalnya fleksibel.
Tidak aman jika dikonsumsi dalam jangka panjang, apalagi untuk seumur hidup.
Aman jika dikonsumsi dalam jangka panjang, apalagi jenis suplemen, sangat aman dikonsumsi seumur hidup untuk mempertahankan kesehatan.
(NCBI, Oxford Med Journal, Medindia, Healindonesia)
sumber: www.lintas.me/go/memobee.com/aids-denialist-menguak-mafia-kesehatan-pada-kasus-hivaids
Referensi:
1) Lancet; 1998: Volume 352; Supplement 5.
2) These studies of T-cell damage are part of a comprehensive discussion of the extreme toxicity of these drugs. Pharmacology and Therapeutics 1992; Volume 55: 201-277.
3) Annals of Hematology 1994; Volume 69: 135-138.
4) New England Journal of Medicine. 1990; 322(16) : 1098-1105.
5) Neurology. 1994;Volume 44: 1892 -1900.
6) Science. November 21, 1997; 278: 1399-1400.
7) Ader R, Felten DL&Cohen N. Psychoneuroimmu nology. Second Edition. San Diego: Academic Press, 1991
Kolliadin V., DESTRUCTION OF NORMAL RESIDENT MICROFLORA AS THE MAIN CAUSE OF AIDS, Aug. 1996 http:// ww.virusmyth.co m/aids/data/ vkmicro.htm
9) New England Journal of Medicine 1992; 326: 437-443

sumber : www.facebook.com/hivaidshoax/posts/1437516993127095

Disclaimer :

Untuk Hasil Sembuh Fungsional Permanen Umumnya di butuhkan pengobatan selama 3-6 bulan pengobatan. Faktor kondisi tubuh seseorang dan suport keluarga sangat berpengaruh terhadap reaksi kesembuhan. Simpanlah alamat & nomor HP kami 082332222009